<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wandaidris&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://wandaidris.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wandaidris.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Jan 2011 11:48:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wandaidris.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wandaidris&#039;s Blog</title>
		<link>http://wandaidris.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wandaidris.wordpress.com/osd.xml" title="Wandaidris&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wandaidris.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pemeriksaan yang Bikin Stress</title>
		<link>http://wandaidris.wordpress.com/2009/10/23/pemeriksaan-yang-bikin-stress/</link>
		<comments>http://wandaidris.wordpress.com/2009/10/23/pemeriksaan-yang-bikin-stress/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 01:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wandaidris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wandaidris.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Sudah menjadi keharusan dan kelajiman pada setiap kegiatan suatu unit baik yang dibiayai oleh institusi sendiri (internal) maupun yang dibiayai oleh pihak luar (eksternal), pemberi dana akan memeriksa sampai sejauh mana amanah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai degan rencana yang diusulkan semula. Pemeriksaan oleh fihak pemberi dana eksternal meliputi semua dokumen tentang pelaksanaan program , pengadaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wandaidris.wordpress.com&amp;blog=9947056&amp;post=38&amp;subd=wandaidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah menjadi keharusan dan kelajiman pada setiap kegiatan suatu unit baik yang dibiayai oleh institusi sendiri (internal) maupun yang dibiayai oleh pihak luar (eksternal), pemberi dana akan memeriksa sampai sejauh mana amanah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai degan rencana yang diusulkan semula. Pemeriksaan oleh fihak pemberi dana eksternal meliputi semua dokumen tentang pelaksanaan program , pengadaan barang dan jasa serta arus keluar masuknya dana (keuangan).<br />
Dari pengalaman yang saya peroleh, selama proses pemeriksaan umumnya hampir semua tim pelaksana dibuat stress. Penyebab utama stress terbesar adalah kelengkapan dokumen dan kedua adalah bagi anggota yang tidak menjalankan amanah dengan baik. Saya pribadi walaupun telah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan program sesuai dengan prosedur dan mengutakan kepentingan visi institusi tetap saja stress tersebut menghinggapi, walaupun dengan kadar yang kecil.<br />
Dari pengalaman diperiksa tersebut kasus temuan yang diperoleh oleh pemeriksa adalah ketidak sesuaiannya antara tanggal kontrak dengan tanggal laporan dan tidak disertakan dokumen perubahan spesifikasi atau barang (adendum).<br />
Ada beberapa hal yang meenadi catatan dan untuk diperbaiki pada pelaksanaannya selanjutnya :<br />
1. Semua anggota tim harus mempunyai visi yang sama dalam memajukan institusi, artinya harus mengedepankan kepentingan institusi di atas kepentingan lainnya.<br />
2. Prosedur-prosedur harus dibuat dengan jelas dan benar sesuai dengan perudangan atau peraturan pemerintah yang berlaku.<br />
3. Semua prosedur harus selalu disosialisasikan pada setiap awal pelaksanaan program.<br />
4. Semua anggota tim haru taat pada prosedur.<br />
5. Harus ada aturan yang tegas, hukuman bagi yang melanggar prosedur dan imbalan bagi yang taat pada prosedur dan disiplin tinggi.<br />
Dan yang paling penting adalah harus mencatat dan mendokumenkan semua kegiatan sekecil apapun. Bukankah Rosulullah telah mencontohkan bahwa setelah Beliau menerima wahyu atau apa yang beliau kerjakan selalu memerintahkan para sahabatnya untuk menuliskannya sehingga Al-Qur&#8217;an terjaga kemurniannya dan Al Hadist dapat kita lihat sampai saat ini. Periode Nabi Muhammad Saw adalah periode penjaminan mutu, sesuai dengan filosofinya yaitu catat/tulis apa yang dikerjakan dan kerjakan apa yang ditulis. Dan saya lengkapi filosofi tersebut menjadi tulis dan katakan apa yang dikerjakan dan kerjakan apa yang ditulis dan dikatakan.<br />
Semoga kita tidak ubud dunya dan takut mati, sehingga kita lupa diri menghalalkan segala cara hanya untuk mencapai kepuasan di dunia. Ingatlah sekecil apapun yang dibuat baik kebaikan dan kemunkaran Allah Swt akan mencatatnya dan akan dipertanggung jawabkan pada hari pembalasan nanti.<br />
Pada akhirnya stress akan berkurang manakala akan diperiksa baik oleh manusia di dunia (pemeberi hibah) maupun di akhirat nanti (oleh Pencipta Jagar Raya ini). </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wandaidris.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wandaidris.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wandaidris.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wandaidris.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wandaidris.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wandaidris.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wandaidris.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wandaidris.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wandaidris.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wandaidris.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wandaidris.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wandaidris.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wandaidris.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wandaidris.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wandaidris.wordpress.com&amp;blog=9947056&amp;post=38&amp;subd=wandaidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wandaidris.wordpress.com/2009/10/23/pemeriksaan-yang-bikin-stress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de4e328443fd89d1ef0ea65c40410c4e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wandaidris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENELITIAN  HIBAH BERSAING MENINGKATKAN DAYA SAING BANGSA</title>
		<link>http://wandaidris.wordpress.com/2009/10/17/penelitian-hibah-bersaing-meningkatkan-daya-saing-bangsa/</link>
		<comments>http://wandaidris.wordpress.com/2009/10/17/penelitian-hibah-bersaing-meningkatkan-daya-saing-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 06:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wandaidris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wandaidris.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Daya saing bangsa yang kian merosot begitu bunyi editorial pada sebuah harian nasional edisi Jumat, 15 Desember 2006. Editorial itu ditujukan pada team Nasional yang telah gagal memenuhi target raihan medali emas minimal 4 buah pada ajang perlombaan olahraga tingkat Asia, Asean Games di kota Doha, Qatar mulai 1 Desember s/d 15 Desember 2006. Dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wandaidris.wordpress.com&amp;blog=9947056&amp;post=34&amp;subd=wandaidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-right:.05in;text-align:justify;text-indent:.25in;"><strong>Daya saing bangsa yang kian merosot</strong> begitu bunyi editorial pada sebuah harian nasional edisi Jumat, 15 Desember 2006. <span id="more-34"></span>Editorial itu ditujukan pada team Nasional yang telah gagal memenuhi target raihan medali emas minimal 4 buah pada ajang perlombaan olahraga tingkat Asia, <em>Asean Games</em> di kota Doha, Qatar mulai 1 Desember s/d 15 Desember 2006. Dari 32 negara peserta,  Indonesia berada pada posisi ke 22 dalam perolehan medali, dengan 2 emas, di bawah Vietnam dengan 3 emas, Filipina 4 emas , Singapura dan Malaysia masing-masing 8 emas, serta Thailand 13 emas, tragis memang.   Boleh jadi ini gambaran umum yang berlaku pada bidang lainnya.</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT">Dalam bidang pendidikan walaupun kita cukup bangga dengan siswa-siswa SMA yang telah berhasil merebut medali emas, perak atau perunggu  dalam berbagai olimpiade pendidikan tingkat dunia seperti matematika, fisika, biologi, astronomi, dan peringkat beberapa perguruan tinggi Indonesia (seperti UI, ITB, dan UGM) terus meningkat pada kelas universitas dunia, akan tetapi peringkat mereka masih kalah jauh oleh <em>Chulalonkorn University</em> (Thailand), Universitas Kebangsaan Malaysia (Malaysia),  apalagi dengan <em>Indian Institutes of Technology</em> (India).  Pada bulan Oktober 2006 , UI menduduki peringkat 250, ITB peringkat 258, UGM peringkat 270, dan UNDIP peringkat 495 sedangkan <em>Indian Institutes of Tchnology</em> menduduki peringkat 57 (menjadi 40 Desember </span></p>
<p>2006) dan Universitas Kebangsaan Malaysia peringkat 289 (pada bulan Desember 2006 menjadi 185)  menurut skor versi <em>Word University Ranking-The Times Higher</em> [5 dan 6]<em>. </em>Menurut versi <em>Webometrics Ranking of World University, </em>pada bulan Juli 2006, ITB menduduki urutan 658 (707 pada Januari 2006), sedangkan <em>Chulalonkorn University</em> menduduki peringkat 509 (518 pada Januari 2006), dan menurut versi <em>Asia Rank</em> , pada Juli 2006  ITB menduduki pringkat 43 (49 pada Januari 2006), Universitas Kebangsaan Malaysia peringkat 48 dan <em>Chulalonkorn University</em> menduduki peringkat 26 (40 pada Januari 2006). Sementara itu <em>Academic Ranking of World Universities-Shanghai Jia Tong University,</em> dari 500 Perguruan Tinggi yang ditampilkan tidak satupun Perguruan Tinggi Indonesia termuat di sana [6].</p>
<p>Bobot tertinggi pada kriteria penentuan ranking Perguruan Tinggi ini adalah pada riset yang dilakukan Perguruan Tinggi tersebut.  <em>Word University Ranking-The Times Higher, </em>misalnya memberi bobot 60% pada kualitas riset, sementara itu  <em>Academic Ranking of World Universities-Shanghai Jia Tong University</em> memberi bobot 40% pada hasil riset. Dengan demikian riset merupakan napasnya suatu Perguruan Tinggi di mata Badan Internasional (dan kitapun sepakat tentunya), bukan semata pada megahnya gedung, pada banyaknya dosen, dan pada banyaknya mahasiswa.</p>
<p>Untuk meningkatkan gairah meneliti bagi para dosen Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia,  Dikti Depdiknas telah mengalokasikan biaya baik untuk penelitian maupun pengabdian pada masyarakat. Salah satunya adalah penelitian <strong>hibah bersaing</strong> yang bersifat multi tahun.</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:#444444;" lang="FI">Penelitian Hibah Bersaing (HB) adalah  salah satu model penelitian kompetitif multi tahun yang lebih diarahkan untuk menciptakan inovasi dan pengembangan Ipteks melalui bimbingan mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhir pada jenjang S1, S2 atau S3. Lama maksimum penelitian 3 tahun dengan biaya 50 juta per tahun. Biaya ini  sepenuhnya ditanggung oleh DP2M Dikti Depdiknas. Batas waktu pengiriman usul penelitian adalah tanggal 31 Maret pada setiap tahunnya <strong>[2]</strong>. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:#444444;" lang="SV">Terdapat sembilan pembidangan program penelitian yaitu 1) Pertanian, 2) Ekonomi, 3) Sosial, Humaniora, Seni, dan Hukum, 4) Kesehatan, 5) Pendidikan, 6) Ilmu Pendidikan, 7) MIPA, 8) Rekayasa dan 9) Bio Teknologi dan Teknologi Pertanian. Banyaknya Usulan Penelitian Hibah Bersaing meningkat dari tahun ke tahun, hal ini terlihat sejak Program ini pertama dicanangkan (tahun 1991) sampai dengan sekarang. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:#444444;" lang="FI">Akan tetapi banyaknya penelitian yang dibiayai tidaklah proporsional dengan banyaknya usulan, hal ini tergantung pada hasil seleksi dan </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:#444444;" lang="FI">besarnya anggaran yang ada.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:#444444;" lang="PT-BR">Banyaknya usulan terkecil terjadi tahun 1994 dan terbesar tahun 1998 (lihat Tabel 1). Untuk tahun 2006 terdapat sebanyak 1504 buah Usul Penelitian HB, 552 (36.7%) diantaranya dinyatakan lolos tahap 1. Dari segi kuantitas tahun 2006 ini merupakan terbanyak yang lolos tahap 1 (bandingkan dengan tahun sebelumnya, lihat Gambar 1), hal ini dimungkinkan karena menurut <a name="OLE_LINK2"></a><a name="OLE_LINK1">Direktur P2M</a> Dikti, mulai tahu 2006 ada enam Perguruan Tinggi yang sudah desentralisasi dalam penelitian hibah bersaing yaitu IPB, ITB, UGM, UNDIP, Unibraw, dan Unhas. Dengan demikian peluang untuk lolos menjadi </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:#444444;" lang="PT-BR">lebih besar. Selanjutnya Direktur P2M menyatakan bahwa ke 552 usul yang lolos ini semuanya akan dibiayai apabila  DPR RI menyetujui anggarannya. Ke 552 judul ini didistribusikan ke dalam 127 PT.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:#444444;" lang="PT-BR">PTN yang meloloskan terbanyak usul adalah Universitas Jember dengan 24 judul, disusul Universitas Sebelas Maret Solo 19 judul, Universitas Negeri Yogja 17 judul, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung 16 judul, dan ada 8 PTN yang hanya memoloskan 1 judul. Sementara itu untuk PTS pada Gambar 5, terbanyak diraih oleh Universitas Muhamadiyah Malang dengan 16 judul, disusul oleh Unversitas Pembangunan Nasional Jawa Timur Surabaya dengan 10 judul, Universitas Muhamadiyah Surakarta 9 Judul, Universitas Merdeka Malang 8 judul, Universitas Sultan Agung Semarang dan Universitas Bhayangkara Surabaya masing-masing 7 judul, dan ada 41 PTS yang hanya memoloskan 1 judul. Dengan demikian dari segi banyaknya judul yang lolos tidak terjadi gap yang lebar antara PTN dan PTS. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:#444444;" lang="PT-BR">Dari 127 PT yang berhasil meloloskan usulannya,  9 PT di antaranya terdapat di Jawa Barat, 8 PT berdomisili di Bandung dan satu di Bogor. Distribusi banyaknya judul terlihat pada Gambar 6. Dengan demikian jika dibandingkan dengan PT yang berada di Jateng dan Jatim, ( kecuali UPI) PT di Jabar kuranglah produktif dalam hal riset atau penelitian khusunya dalam penelitian hibah bersaing yang dibiayai Dikti. Tentu saja keadaan ini tidak bisa  disimpulkan untuk secara  umum, sebab bisa saja PT di Jabar unggul pada penelitian yang dibiayai oleh sumber lain, dalam hal ini penulis tidak mempunyai data yang pasti.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:#444444;" lang="PT-BR"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/bpm/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/14/clip_image002.jpg" alt="" width="384" height="204" /><!--[endif]--></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IT"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wandaidris.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wandaidris.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wandaidris.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wandaidris.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wandaidris.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wandaidris.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wandaidris.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wandaidris.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wandaidris.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wandaidris.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wandaidris.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wandaidris.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wandaidris.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wandaidris.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wandaidris.wordpress.com&amp;blog=9947056&amp;post=34&amp;subd=wandaidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wandaidris.wordpress.com/2009/10/17/penelitian-hibah-bersaing-meningkatkan-daya-saing-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de4e328443fd89d1ef0ea65c40410c4e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wandaidris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MODEL COOPERATIVE LEARNING PADA PEMBELAJARAN STATISTIKA</title>
		<link>http://wandaidris.wordpress.com/2009/10/16/model-cooperative-learning-pada-pembelajaran-statistika/</link>
		<comments>http://wandaidris.wordpress.com/2009/10/16/model-cooperative-learning-pada-pembelajaran-statistika/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 03:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wandaidris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Statistika]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[suwanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wandaidris.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Telah muncul berbagai model pembelajaran dengan karakteristik yang berbeda-beda. Dari berbagai model tersebut model cooperative learning dapat diterapkan pada proses belajar mengajar statistika. Karakteristik utama model ini adalah cara belajar mahasiswa aktif dalam kelompok-kelompok kecil. Dari hasil pada beberapa studi dan pengalaman penulis metode ini telah berhasil meningkatkan hasil belajar mahasiswa tidak saja pada aspek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wandaidris.wordpress.com&amp;blog=9947056&amp;post=29&amp;subd=wandaidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 63pt .0001pt;"><em>Telah muncul berbagai model pembelajaran dengan karakteristik yang berbeda-beda. Dari berbagai model tersebut model <strong>cooperative learning</strong> dapat diterapkan pada proses belajar mengajar statistika. Karakteristik utama model ini adalah cara belajar mahasiswa aktif dalam kelompok-kelompok kecil. Dari hasil pada beberapa studi dan pengalaman penulis metode ini telah berhasil meningkatkan hasil belajar mahasiswa tidak saja pada aspek kognitif akan tetapi juga pada aspek afektif dan psikomotorik.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 63pt .0001pt;"><em> Kata Kunci : Belajar aktif, kelompok-kelompok kecil</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 63pt .0001pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span id="more-29"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></strong><!--[endif]--><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;">Di dalam proses belajar-mengajar (PBM) dikenal istilah model, metode, strategi, dan prinsip pembelajaran. Istilah-istilah tersebut bagi kita yang tidak atau baru mengenal ilmu paedagogik seringkali memandang sama saja pengertian dari istilah-istilah tersebut. Pandangan tersebut bisa salah, bisa juga benar, karena di kalangan ahli danpemerhati pendidikanpun masih belum tegas di dalam penggunaan istilah tersebut, terutama untuk model dan metode. Seperti Ahmad (2005) menggunakan istilah model <em>cooperative learning</em>, akan tetapi Agung (2009) menggunakan metode   <em>cooperative learning</em>. Untuk selanjutnya, sementara kita memberikan pengertian yang sama kepada istilah model dan metode dan pada uraian selanjutnya akan digunakan istilah model. Model pembelajaran menjadi menarik untuk dikaji dan diimplementasikan pada era sekarang ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;">Sekarang ini tengah terjadi pergeseran dari abad industri ke abad pengetahuan (<em>knowledge</em> ) (Khamdi, 2007).  Selanjutnya Khamdi menyatakan bahwa terdapat beberapa ciri dari pergeseran tersebut yaitu Pertama, terlihat jelas bahwa pergeseran paradigma pembelajaran telah terjadi dalam praktik kependidikan. Banyak praktik pendidikan yang dianggap menguntungkan pada abad industrial, seperti belajar fakta, tubian (<em>drill</em>) dan praktik, hukum dan prosedur digantikan belajar dalam konteks dunia nyata, otentik melalui problem dan proyek, inkuiri (penyelidikan), penemuan, dan invensi dalam praktik abad pengetahuan. Kedua, kita akan membayangkan betapa sulitnya mencapai perubahan yang sistematik ketika di lingkungan pendidikan kita masih teramat kental dengan kebiasaan praktik pendidikan di abad industrial, seperti belajar masih dikonsepsikan sebagai penyerapan fakta, belajar efektif dilakukan dengan <em>drill,</em> dst. Ketiga, semakin jelas bahwa teknologi komunikasi dan informasi adalah katalis penting untuk gerakan kita menuju metode belajar di Abad Pengetahuan. Keempat, paradigma baru dalam belajar ini menggelar tantangan yang luar biasa besar dan peluang untuk pengembangan professional, baik <em>preservice</em> maupun <em>inservice</em>, bagi guru-guru/dosen kita. Dalam banyak hal, redifinisi profesi pengajaran/pembelajaran dan peranan guru/dosen memainkan peranan penting dalam proses belajar. Dengan kata lain dalam menyongsong abad pengetahuan harus dimulai dengan reformasi pendidikan (Majid, 2008).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;">Reformasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah adalah dengan diberlakukannya kurikulum berbasis kompetensi (KBK) (Kep. Mendiknas Nomor 232/U/2000). KBK ini disusun dalam rangkan menjawab tantangan global atau makro dan harus sudah diterapkan di perguruan tinggi selambat-lambatnya tahun 2002. Apabila tidak diantisipasi maka generasi selanjutnya hanya akan jadi penonton bukan pemain atau hanya akan jadi obyek bukan subyek. Istilah Dikti bahwa hasil pendidikan pada perguruan harus tercipta lulusan yang berdaya saing tinggi. Namun demikian reformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan perubahan dalam sektor kurikulum, baik struktur maupun prosedur perumusannya. Pembaharuan kurikulum akan lebih bermakna bila diikuti oleh perubahan praktik pembelajaran di dalam maupun di luar kelas (Majid, 2008).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;">Nampaknya pada saat ini telah terjadi kesenjangan di antara kemajuan teori model dan metode pembelajaran yang ditawarkan oleh ahli pendidikan dengan prakteknya. Walaupun sampai saat sekarang telah terbentuk hampir 65 model/metode pembelajaran (Agung, 2009), akan tetapi kita sebagai pengajar sangat sulit untuk melakukan perubahan paragdigma lama (pembelajaran berpusat pada dosen) ke paradigma (baru berpusat ke mahasiswa).  Dari berbagai model pembelajaran yang muncul, terdapat beberapa model yang sering digunakan dalam proses belajar-mengajar di perguruan tinggi, seperti model <em>problem-based learning</em> dalam pendidikan medis, model pembelajaran berbasis proyek untuk  pendidikan teknik , model <em>cooperative learning</em> untuk bidang mipa dan sosial dan model pembelajaran terbalik (<em>reciprocal).</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;">Model pembelajaran <em>cooperative learning</em> (MPCL) model pembelajaran terbalik secara tanpa sadar telah diterapkan penulis mulai  tahun akademik 2007/2008. Hasilnya model cooperative learning sangat meberikan harapan untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, sedangkan model pembelajaran terbalik masih terdapat kendala akan kurangnya buku ajar. Untuk itulah dalam makalah ini akan dibahas mengenai apa, mengapa, dan bagaimana aktivitas <em>cooperative learning </em>dapat membantu belajar mahasiswa statistika berdasarkan pada uraian Garfield (1993) dan Mangkoesaputra (2005).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;"><!--[if !supportLists]-->2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Apa Itu Cooperative Learning ?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;">Cooperative Learning adalah model pembelajaran yang banyak diperbincangkan dalam rangka perbaikan pendidikan, baik dalam berbagai disiplin maupun tingkatan. Terdapat beberapa definisi tentang <em>Cooperative Learning</em>,  di antaranya adalah :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:85.5pt;text-align:justify;text-indent:-49.5pt;"><!--[if !supportLists]-->a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Suatu aktivitas yang meliputi sebuah kelompok kecil pelajar/mahasiswa yang bekerja sama sebagai sebuah tim untuk memecahkan suatu masalah, berbagai pekerjaan atau berbagai tujuan (Artzt dan Newman, 1990).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:85.5pt;text-align:justify;text-indent:-49.5pt;"><!--[if !supportLists]-->b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Instruksional menggunakan kelompok kecil sehingga murid bekerja sama untuk memaksimumkan belajarnya (Johnson et al., 1991).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:85.5pt;text-align:justify;text-indent:-49.5pt;"><!--[if !supportLists]-->c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Suatu pekerjaan untuk kelompok diskusi atau resolusi (jika mungkin), yang memerlukan interikasi di antara anggota kelompok dalam atmosfir kerja sama dan saling membantu, serta akuntabilitas individu (Davidson, 1990).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:85.5pt;text-align:justify;text-indent:-49.5pt;"><!--[if !supportLists]-->d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Lebih luas dari ”collaborative learning” yang digambarkan sebagai bekerja dalam kelompok yang terdiri dari dua atau lebih, mencari untuk memahami, menjawab, atau memaknai serta menciptakan suatu produk ( Goodsell, et al, 1992).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></strong><!--[endif]--><strong>Mengapa Menggunakan Cooperative Kelompok?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Beberapa laporan penting akan perlunya reformasi dalam pendidikan mipa seperti National Council of Techer of Mathematics 1989,1991; National Research Council 1989 dan praktek pendidikan statistika (Cobb, 1992), telah menggambarkan perlunya perubahan spesifik dalam pembelajaran dari tradisional ke modern.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Berbagai temuan penelitian memperlihatkan, bahwa MPCL membantu guru/dosen dan siswa/mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah secara lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Lebih dari 375 studi (Johnson et al. 1991) telah mencatat tentang keefektivan dari aktivitas <em>cooperative learning</em> dalam kelas. Kebanyakan hasil penelitian yang dipublikasikan merupakan hasil telahan pada sekolah dasar dan menengah, dan bagian dari penelitian ini berfokus pada kelas matematika. Implikasi dari studi ini adalah bahwa penggunaan kelompok kecil pada aktivitas belajar menunjukkan produktivitas kelompok lebih baik, berbaikan sikap, dan peningkatan pemahaman (Garfield, 1993).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Hanya beberapa studi sejauh ini yang berkenaan dengan penggunaan aktivitas <em>cooperative learning</em> dalam perkuliahan statistika. Shaughnessy (1977) menunjukkan bahwa penggunaan kelompok-kelompok kecil telah membantu mahasiswa pada misconsepsi tentang probabilitas dan belajar konsep-konsep statistika. Dietz (1993) menunjukkan bahwa <em>cooperative learning </em>menghasilkan pemahaman yang lebih baik pada metode-metode sampling. Jones (1991) memperkenalkan aktivitas <em>cooperative learning</em> pada beberapa bagian mata kuliah statistika, hasilnya menunjukkan terjadinya peningkatan perhatian, partisipasi kelas, konsultasi, dan sikap mahasiswa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Berdasarkan temuan penelitian terdahulu ini, ternyata penggunan MPCL menunjukkan efektifitas yang sangat tinggi bagi perolehan hasil belajar mahasiswa, baik dilihat dari pengaruhnya terhadap penguasaan materi pelajaran maupun dilihat dari pengembangan dan pelatihan sikap serta keterampilan-keterampilan statistika yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam kehidupannya di masyarakat. Temuan di atas mengindikasikan, bahwa MPCL perlu dicoba untuk dikembangkan dalam PBM pendidikan statistika di tingkat pendidikan tinggi di Indonesia. Hal ini dimaksudkan guna mencari dan menemukan alternatif untuk menjembatani keresahan seputar rendahnya kualitas PBM pendidikan statitika di tingkat perguruan tinggi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></strong><!--[endif]--><strong>Bagaimana Aktivitas <em>Cooperative Learning</em> Membantu Belajar Mahasiswa</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;">Pada dasarnya semua definisi di atas mempunyai makna yang hampir sama bahwa model pembelajaran <em>cooperative learning</em> beranjak dari dasar pemikiran &#8220;getting better together&#8221;, yang menekankan pada pemberian kesempatan belajar yang lebih luas dan suasana yang kondusif kepada mahasiswa untuk memperoleh, dan mengembangkan pengetahuan, sikap, nilai, serta keterampilan-keterampilan statistika yang bermanfaat bagi kehidupannya di masyarakat. Melalui MPCL, mahasiswa bukan hanya belajar dan menerima apa yang disajikan oleh dosen dalam PBM, melainkan bisa juga belajar dari mahasiswa lainnya, dan sekaligus mempunyai kesempatan untuk membelajarkan mahasiswa yang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;">Proses pembelajaran dengan MPCL ini mampu merangsang dan menggugah potensi mahasiswa secara optimal dalam suasana belajar pada kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 2 sampai 6 orang mahasiswa (Stahl, 1994 dalam Mangkoesaputra, 2005). Pada saat mahasiswa belajar dalam kelompok akan berkembang suasana belajar yang terbuka dalam dimensi kesejawatan, karena pada saat itu akan terjadi proses belajar kolaboratif dalam hubungan pribadi yang saling membutuhkan. Pada saat itu juga mahasiswa yang belajar dalam kelompok kecil akan tumbuh dan berkembang pola belajar tutor sebaya (<em>peer group</em>) dan belajar secara bekerjasama (<em>cooperative</em>).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;">Pada MPCL, dosen bukan lagi berperan sebagai satu-satunya nara sumber dalam PBM, tetapi berperan sebagai mediator, stabilisator, dan manajer pembelajaran. Iklim belajar yang berlangsung dalam suasana keterbukaan dan demokratis akan memberikan kesempatan yang optimal bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi yang lebih banyak mengenai materi yang dibelajarkan dan sekaligus melatih sikap dan keterampilan statistiknya sebagai bekal dalam kehidupannya di masyarakat, sehingga perolehan dan hasil belajar mahasiswa akan semakin meningkat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></strong><!--[endif]--><strong>Implementasi Kelompok</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;">Dalam implementasi haruslah dibuat tentang beberapa aturan yang meliputi :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:85.5pt;text-align:justify;text-indent:-31.5pt;"><!--[if !supportLists]-->a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Disamping mereka harus responsif terhadap hasil pekerjaannya juga harus mempunyai keinginan untuk membantu anggota kelompoknya yang bertanya. Jika mereka mempunyai pertanyaan dalam suatu aktivitas, di antara mereka harus menjawab dan  dapat bertanya ke instruktur jika tidak ada satupun anggota kelompok yang dapat menjawab. Mereka perlu mendengar secara hati-hati terhadap anggota lainnya dan berbagi kepemimpinan, membuat setiap orang berpartisifasi dan tidak ada seseorang yang dominan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:85.5pt;text-align:justify;text-indent:-31.5pt;"><!--[if !supportLists]-->b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Aggota kelompok harus diberi pemahaman bahwa cara belajar di antara teman-temannya dalam kelompok dimungkimkan berbeda tingkatannya. Mereka harus menerima perbedaan tersebut dan harus resfek terhadap yang lainnya. Mahasiswa-mahasiswa dapat menyatakan bahwa mereka akan belajar statistika secara lebih efektif dengan mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, saling membantu, dan menganalisis masing-masing kesalahan. Cara ini berbeda dengan kebanyakan kelas yang mana mahasiswa hanya mendengarkan dosen secara pasif.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:85.5pt;text-align:justify;text-indent:-31.5pt;"><!--[if !supportLists]-->c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Mahasiswa perlu untuk memahami bahwa masalah-masalah akan dipecahkan sering dengan cara pemecahan yang berbeda. Mereka harus tertarik untuk mencoba belajar dengan yang lainnya dengan membandingkan dan menjelaskan solusi yang berbeda.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></strong><!--[endif]--><strong>Bagaimana Menggunakan Kelompok <em>Cooperative </em>dalam Kelas Statistika</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Aktivitas dalam kelompok cooperativ dapat meliputi sebagai berikut :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:85.5pt;text-align:justify;text-indent:-31.5pt;"><!--[if !supportLists]-->a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Berikan kelompok secara individu memecahkan suatu masalah dan kemudian membandingkan solusi-solusi mereka (misal soal pekerjaan rumah atau soal dari buku teks).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:85.5pt;text-align:justify;text-indent:-31.5pt;"><!--[if !supportLists]-->b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Kelompok-kelompok diharuskan berdiskusi teantang suatu konsep atau prosedur, atau membandingkan konsep atau prosedur berbeda (misal mendiskusikan tahap-tahap pengujian hipotesis, atau membandingkan kelebihan dan kekurangan penggunaan mean, median, dan modus pada ringkasan data).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:85.5pt;text-align:justify;text-indent:-31.5pt;"><!--[if !supportLists]-->c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Berikan kelompok-kelompok sebuah himpunan data untuk dianalisis dan didiskusikan, diikuti dengan penulisan laporan bahwa mereka telah telah mempelajari data ( misal data dari literatur atau data dibangkitkan dalam kelas seperti penaksiran distribusi banyaknya koin dalam kotak kecil)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:85.5pt;text-align:justify;text-indent:-31.5pt;"><!--[if !supportLists]-->d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Berikan kelompok-kelompok suatu proyek yang besar meliputi pengumpulan, analisis, dan interpretasi data.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:85.5pt;text-align:justify;text-indent:-31.5pt;"><!--[if !supportLists]-->e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Kelompok-kelopok diberi materi baru. Metode jigsaw dapat digunakan di mana mahasiswa-mahasiswa dikelompokan pada kelompok baru secara temporer dan masing-masing kelompok baru harus mempelajari materi baru, seperti jenis-jenis plot. Kemudian, mahasiswa dikebalikan pada kelompok asalnya dan mengajarkan materi yang telah mereka pelajari.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:85.5pt;text-align:justify;text-indent:-31.5pt;"><!--[if !supportLists]-->f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Kelompok-kelompok membandingkan ide-ide mereka tentang penomena, dan kemudian membangkitkan atau mensimulasi data untuk menguji pendapatnya ( misal distribusi muka dan belakang ketika koin dilantunkan).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></strong><!--[endif]--><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><em>Cooperative group learning</em> yang meliputi berbagai aktivitas dapat diimplementasikan dalam beberapa cara yang berbeda di kelas perkuliahan statistika. Aktivitas-aktivitas tersebut merupakan cara untuk mahasiswa untuk menjadi lebih giat belajar dan untuk membangun perbaikan kemampuan dan bekerja sama. Hasil beberapa penelitian tentang baiknya metode ini, menuntut dosen untuk mencoba metode ini dalam kelas mereka.</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV"><br style="page-break-before:always;" /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;"><!--[if !supportLists]--><strong>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></strong><!--[endif]--><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<h2 style="text-align:justify;"><a name="artztnewman"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;">Agung. (2009). http://agungprudent.wordpress.com/2009/06/05/model-pembelajaran-reciprocal-teaching/</span></a></h2>
<p style="text-align:justify;">Artzt, A. dan Newman, C. (1990), <cite>How to Use Cooperative Learning in the Mathematics Class</cite>, Reston, VA: National Council of Teachers of Mathematics.</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="cobb">Cobb</a>, G. (1992), &#8220;Teaching Statistics,&#8221; in <cite>Heeding the Call for Change: Suggestions for Curricular Action</cite>, ed. L. Steen, MAA Notes, No. 22.</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="davidson">Davidson</a>, N. (ed.) (1990), <cite>Cooperative Learning in Mathematics: A Handbook for Teachers</cite>, Menlo Park: Addison Wesley.</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="dietz">Dietz</a>, E. J. (1993), &#8220;A Cooperative Learning Activity on Methods of Selecting a Sample,&#8221; <cite>The American Statistician</cite>, 47, 104-108.</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="garfield">Garfield</a>, J. (1993), &#8220;Teaching Statistics Using Small-Group Cooperative Learning,&#8221; <cite>International of Statistical Education Vol</cite>. 1, No. 1.</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="goodsell">Goodsell</a>, A., Maher, M., dan Tinto, V. (1992), <cite>Collaborative Learning: A Sourcebook for Higher Education</cite>, University Park, PA: National  Center on Postsecondary Teaching, Learning and Assessment.</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="johnson">Johnson</a>, D., Johnson, R., dan Smith, K. (1991), <cite>Cooperative Learning: Increasing College Faculty Instructional Productivity</cite>, ASHE-ERIC Higher Education Report No. 4, Washington, DC: The George Washington University.</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="jones">Jones</a>, L. (1991), &#8220;Using Cooperative Learning to Teach Statistics,&#8221; Research Report Number 91-2, The L.L. Thurstone Psychometric Laboratory, University of North Carolina.</p>
<p style="text-align:justify;">Khamdi, W. (2007). “Pembelajaran Berbasis Proyek: Model Potensial untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran.<em> http://lubisgrafura.wordpress.com/2007/09/23/pembelajaran-berbasis-proyek-model-potensial-untuk-peningkatan-mutu-pembelajaran/</em></p>
<p style="text-align:justify;">Majid, A. (2008), “Perencanaan Pembelajaran” Mengembangkan Standar Kompetensi Guru.  PT. Remaja Rosdakarya Bandung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mangkoesapoetra, A.A. (2005), “Implementasi Model Cooperative Learning dalam Pendidikan IPS di Tingkat Persekolahan” <em><a href="http://re-searchengines.com/0805arief6.html">http://re-searchengines.com/0805arief6.html</a></em><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a name="teachers89">National</a> Council of Teachers of Mathematics (1989), <cite>Curriculum and Evaluation Standards for School Mathematics</cite>, Reston,  VA: Author.</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="teachers91">National </a>Council of Teachers of Mathematics (1991), <cite>Professional Standards for Teaching Mathematics</cite>, Reston,  VA: Author.</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="research">National </a>Research Council (1989), <cite>Everybody Counts: A Report to the Nation on the Future of Mathematics Education</cite>, Washington, DC: National  Academy Press.</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="shaughnessy">Shaughnessy,</a> J. M. (1977), &#8220;Misconceptions of Probability: An Experiment With a Small-Group Activity-Based Model  Building Approach to Introductory Probability at the College Level,&#8221; <cite>Educational Studies in Mathematics</cite>, 8, 285-316.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wandaidris.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wandaidris.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wandaidris.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wandaidris.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wandaidris.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wandaidris.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wandaidris.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wandaidris.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wandaidris.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wandaidris.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wandaidris.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wandaidris.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wandaidris.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wandaidris.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wandaidris.wordpress.com&amp;blog=9947056&amp;post=29&amp;subd=wandaidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wandaidris.wordpress.com/2009/10/16/model-cooperative-learning-pada-pembelajaran-statistika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de4e328443fd89d1ef0ea65c40410c4e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wandaidris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian Desain dan Analisis Eksperimen</title>
		<link>http://wandaidris.wordpress.com/2009/10/15/pengertian-desain-dan-analisis-eksperimen/</link>
		<comments>http://wandaidris.wordpress.com/2009/10/15/pengertian-desain-dan-analisis-eksperimen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 09:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wandaidris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Statistika]]></category>
		<category><![CDATA[Eksperimen]]></category>
		<category><![CDATA[suwanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wandaidris.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Pada judul di atas terdapat tiga kata pokok yang akan dijelaskan yaitu Desain, Analisis, dan Eksperimen. Eksperimen : Dalam kamus Webster ; Eksperimen dipadankan dengan kata percobaan yang berarti suatu uji coba (trial) atau pengamatan khusus yang dibuat untuk menegasi atau membuktikan keadaan yang sebaliknya dari sesuatu yang meragukan, di bawah kondisi-kondisi khusus yang ditentukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wandaidris.wordpress.com&amp;blog=9947056&amp;post=21&amp;subd=wandaidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Pada judul di atas terdapat tiga kata pokok yang akan dijelaskan yaitu Desain, Analisis, dan Eksperimen.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><strong><span id="more-21"></span>Eksperimen : </strong>Dalam kamus Webster ; Eksperimen dipadankan dengan kata percobaan yang berarti suatu uji coba (trial) atau pengamatan khusus yang dibuat untuk menegasi atau membuktikan keadaan yang sebaliknya dari sesuatu yang meragukan, di bawah kondisi-kondisi khusus yang ditentukan oleh peneliti.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><strong>Desain (Design) : </strong>Ada tiga istilah yang berkenaan dengan kegiatan ini, yaitu :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN">·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Merancang : merencanakan apa yang hendak diperbuat dan diatur segala sesuatunya terlebih dahulu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN">·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Rancangan : apa yang sudah dirancang, dipersiapkan, direncanakan, atau diprogramkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN">·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Perancangan : usaha, ikhwal atau seluk beluk pembuatan rancangan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;">Yang dimaksud desain disini adalah sepadan dengan perancangan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><strong>Analisis : </strong>Adalah suatu tindakan / usaha untuk menarik kesimpulan dari data hasil eksperimen. Dalam hal ini menggunakan analisis statistika.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Dari pengertian beberapa istilah di atas, maka Perancangan Percobaan (Desain Eksperimen) merupakan rangkaian kegiatan berupa pemikiran dan tindakan yang dipersiapkan secara kritis dan seksama mengenai berbagai aspek yang dipertimbangkan dan sedapat mungkin diupayakan kelak dalam penyelenggaraan suatu percobaan dalam rangka menemukan pengetahuan baru (Andi Hakim, 1990), sedangkan Sujana (1995) mengemukakan bahwa desain eksperimen merupakan langkah-langkah lengkap yang perlu diambil jauh sebelum eksperimen dilakukan agar data yang semestinya diperlukan diperoleh sehingga akan membawa kepada analisis obyektif dan kesimpulan yang berlaku untuk persoalan yang sedang dibahas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Maka Desain dan Analisis Eksperimen adalah perancangan percobaan disertai pembahasan analisis statistika yang akan digunakan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wandaidris.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wandaidris.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wandaidris.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wandaidris.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wandaidris.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wandaidris.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wandaidris.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wandaidris.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wandaidris.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wandaidris.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wandaidris.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wandaidris.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wandaidris.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wandaidris.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wandaidris.wordpress.com&amp;blog=9947056&amp;post=21&amp;subd=wandaidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wandaidris.wordpress.com/2009/10/15/pengertian-desain-dan-analisis-eksperimen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de4e328443fd89d1ef0ea65c40410c4e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wandaidris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Statistika adalah Suara Ilahiah</title>
		<link>http://wandaidris.wordpress.com/2009/10/15/statistika-adalah-suara-ilahiah/</link>
		<comments>http://wandaidris.wordpress.com/2009/10/15/statistika-adalah-suara-ilahiah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 05:56:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wandaidris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Statistika]]></category>
		<category><![CDATA[ilahiah]]></category>
		<category><![CDATA[statiistika]]></category>
		<category><![CDATA[suara]]></category>
		<category><![CDATA[suwanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wandaidris.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Kita meyakini dan tak terbantahkan bahwa semua ilmu pengetahuan bersumber dari Allah Swt. Semua ayat kauniayah yang berserakan di alam raya ini dapat dikorelasikan dengan ayat-ayat Qurâniyah atau saling melengkapi, mendukung, dan tidak bertentangan. Penulis termasuk yang tidak sepakat kalau ada orang yang menyatakan “islamisasi ilmu” karena pada awalnya, semua ilmu memang sudah Islami, terlepas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wandaidris.wordpress.com&amp;blog=9947056&amp;post=3&amp;subd=wandaidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita meyakini dan tak terbantahkan bahwa semua ilmu pengetahuan bersumber dari Allah Swt. Semua ayat kauniayah yang berserakan di alam raya ini dapat dikorelasikan dengan ayat-ayat Qurâniyah atau saling melengkapi, mendukung, dan tidak bertentangan. Penulis termasuk yang tidak sepakat kalau ada orang yang menyatakan “islamisasi ilmu” karena pada awalnya, semua ilmu memang sudah Islami, terlepas dari siapa yang mendalami dan menemukannya,  Muslimkah atau nonmuslimkah. Masih terngiang hingga kini di telinga, tatkala penulis mengikuti kuliah PAI IV, dua puluh lima tahun yang lalu. Dengan suara yang lantang dan meyakinkan, Pak Abdullah Yusuf sambil tak lepas mengepulkan asap rokoknya, beliau berujar “kalau ingin tahu landasan Al-Qur’an perihal statistika, lihat Surat Al-Hujuraat ayat 6.  Ayat dan terjemahannya beliau bacakan.  Tetapi, tafsirnya tidak diuraikan lebih lanjut. Mungkin dengan maksud agar kami, mahasiswa Jurusan Statistika, pada waktu itu, berpikir dan berpikir (a fa laa ta’qilun).</p>
<p><span id="more-3"></span>Kini, setelah saya baca ulang ayat  yang diwahyukan di Madinah ini, subhanallah, ayat tersebut sangat relevan dengan latar belakang pendirian Jurusan Statistika Unisba. Konon, di tahun 70-an , K.H. EZ Mutaqien (alm). sangat gusar atas perilaku para pembantu presiden RI yang abs (asal bapak senang). Puncaknya terjadi manakala Biro Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa stok beras cukup untuk satu tahun tersebut, tetapi, kenyataannya, terjadi kelangkaan beras di mana-mana (penulis tidak tahu tahun berapa tepatnya, tetapi saat  penulis di kelas dua SD mengalami makan beras jagung atau bulgur).  Pada waktu itu, banyak orang fasik di sekitar presiden, tidak ada yang mau menyelidiki keadaan yang sebenarnya, sehingga akhirnya mencelakan rakyat Indonesia dan Presiden pun menyesal<span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;color:black;">(demikian apa yang digambarkan Al-Hujuraat, 6).</span></p>
<p>Orang awam, apabila mendengar kata atau istilah ‘statistika’, pasti pikirannya akan langsung tertuju pada tabel atau grafik yang terdapat pada buku-buku saku statistik atau terpampang di kantor kelurahan sampai di kantor gubernur. Begitu pula yang  penulis rasakan saat masuk jurusan ini. Itu tidaklah salah, karena memang produk akhir statistika adalah informasi, yang salah satunya berbentuk grafik.   Tetapi, perlu diingat bahwa informasi itu bermula dari data, yaitu keterangan/jawaban responden yang diberikan pada pencatat data (surveyor) atau keterangan hasil eksperimen di laboratorium. Responden dapat berupa kepala keluarga, petani, pelaku ekonomi (pemilik perusahaan), konsumen, siswa, mahasiswa, dan lain-lain. Unit-unit eksperimen juga bisa berupa tanaman dan hewan. Malah mungkin juga manusia dan zat-zat kimia.  Apabila diperoleh data yang buruk (sampah), maka hasilnyapun akan sampah pula. Yang tidak diketahui orang adalah bagaimana cara membangkitkan data (input), lalu memprosesnya sehingga jadi informasi.</p>
<p>Kata kunci agar diperoleh data yang bukan sampah adalah kejujuran (berkata apa adanya) atau tidak khianat  (Al Anfaal, 58), tidak berbohong. Kata ‘jujur’ di Indonesia, sekarang ini sudah menjadi barang langka. Indikatornya adalah negara kita  terus terpuruk sejak terjadinya reformasi. Data jujur, juga bukan jaminan untuk menghasilkan informasi yang baik. Hal ini sangat bergantung pada  alat (tools) pengolah data yang digunakan. Alat yang dimaksud di sini adalah teknologi hasil riset teoretis secara matematis. Jika alat yang digunakan tidak cocok  atau keandalan dari alat tersebut lemah, maka akan menghasilkan informasi atau kesimpulan yang bias pula.</p>
<p>Kembali pada surat Al Hujuraat 6. Di sana, terkandung suatu perintah untuk penyelidikan, yaitu menyelidiki untuk mengetahui keadaan yang sesungguhnya. Dalam statistika pun, tujuan utamanya adalah untuk mengetahui keadaan yang susungguhnya (true value) dari nilai suatu parameter (misal rata-rata berat badan bayi yang baru lahir di Indonesia), ini hanya Allah Swt saja yang tahu. Yang bisa dilakukan manusia adalah menentukan nilai populasi (population value). Karena kita tidak akan pernah tahu berapa berat badan kita yang sesungguhnya. Nilai suatu parameter akan diketahui, jika kita melakukan sensus. Untuk anggota populasi yang hampir tak terhingga banyaknya, terlebih untuk populasi hipotetik (populasi yang dihayalkan ada) sensus mustahil untuk dilakukan setiap saat,  karena mahal dan tidak teliti. Dengan alasan inilah sensus penduduk, biasanya, dilakukan sepuluh tahun sekali. Selebihnya dilakukan secara sampling,  yaitu mengambil sebagian anggota populasi, kemudian data yang diperoleh digunakan untuk menaksir paramater. Pengambilan kesimpulan suatu parameter berdasarkan data sample disebut sebagai analisis statistika inferensial.</p>
<p>Konsep dasar yang terkandung dalam statistika inferensial adalah keacakan dan kekeliruan. Kata ‘acak’ di sini mengandung makna kejujuran dan keadilan, dan ini adalah suara Ilahiah yang harus kita junjung dan laksanakan. Biasanya, diaplikasikan pada pengambilan unit-unit populasi yang dijadikan sample. Bila sampelnya tidak acak, jelas hasil analisisnya pun akan bias. Kata ‘Kekeliruan’ mengandung makna simpangan dari nilai taksiran dengan nilai parameter. Kekeliruan ini juga harus bersifat acak. Artinya, kalau dilakukankan berulang-ulang simpangannya bisa positif atau negatif, dan bila dijumlahkan sama dengan nol.</p>
<p>Saya sering mengilustrasikan pada mahasiswa untuk mempermudah pemahaman. Kalau kita jualan kain, lalu ada yang membeli satu meter. Pada saat kita melayaninya, pasti kita melakukan kesalahan, karena yang diberikan kepada pembeli mungkin kurang dari satu meter, atau malah lebih. Kalau yang diberikannya kurang terus, konsumen akan dirugikan. Bayangkan, bila setiap 1 m kurangnya 0.5 cm, maka dari pembelian 1000 meter,  konsumen akan rugi (kekurangan) 500 cm atau 5 meter. Tentunya, berdosa jika disengaja. Sebaliknya, jika kain yang diberikan pada konsumen lebih dari satu meter, maka penjual yang rugi, dan tidak mustahil bisa bangkrut. Jadi, kekeliruan adalah suatu sifat  manusiawi yang tidak dapat dihindarkan. Tetapi, kita hanya dapat meminimalisasinya. Semoga jujur dan adil masih tetap tertanam di benak kita, walaupun sedikit.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wandaidris.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wandaidris.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wandaidris.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wandaidris.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wandaidris.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wandaidris.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wandaidris.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wandaidris.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wandaidris.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wandaidris.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wandaidris.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wandaidris.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wandaidris.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wandaidris.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wandaidris.wordpress.com&amp;blog=9947056&amp;post=3&amp;subd=wandaidris&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wandaidris.wordpress.com/2009/10/15/statistika-adalah-suara-ilahiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de4e328443fd89d1ef0ea65c40410c4e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wandaidris</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
